Cara mudah mengitung Laba Kotor dan Laba Bersih

Post a Comment
LABA KOTOR
Apa Itu Laba Kotor? Secara sederhana, laba kotor yaitu pendapatan yang dihasilkan oleh suatu bisnis setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP). Artinya, pendapatan tersebut masih belum dikurangi dengan biaya operasional seperti gaji karyawan, pajak dan lain-lainnya.

Menghitung laba kotor sangatlah sederhana, kita hanya perlu melakukan mengurangi harga jual produk dengan harga pokok penjualan (HPP) saja. Maka dari itu, dengan memiliki perhitungan HPP yang benar, kita akan dengan mudah menghitung laba kotor.

Contoh Menghitung Laba Kotor
Salah satu PT sebut saja PT. Sejahtera melakukan penjualan dalam satu bulan dengan laporan laba rugi sebagai berikut.
Penjualan Bersih : Rp50.000.000
HPP : Rp20.000.000
Biaya Gaji Karyawan : Rp5.000.000
Biaya Administrasi : Rp5.000.000
Pajak : Rp2.500.000

Cara menghitung laba kotor PT. Sejahtera sesuai dengan kasus di atas yaitu
Diketahui:
Pendapatan : Rp50.000.000
HPP : Rp20.000.000

Laba Kotor = Pendapatan – HPP
= Rp50.000.000 – Rp20.000.000
= Rp30.000.000

Dengan demikian, menghitung laba kotor sangatlah mudah kan. 
CATATAN: Jangan lupa untuk menghitung HPP, agar perhitungan laba kotornya bisa dilakukan.

LABA BERSIH
Secara umum, laba bersih yaitu keuntungan (kelebihan) pendapatan yang diterima perusahaan setelah dikurangi dengan biaya-biaya dan beban pajak penghasilan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa laba adalah selisih lebih antara harga penjualan yang lebih besar dan harga pembelian atau biaya produksi. Laba bersih adalah selisih antara jumlah keseluruhan pendapatan dan jumlah keseluruhan biaya dalam jangka waktu tertentu.

Rumus umum dalam perhitungan laba bersih adalah:
Laba Bersih = Laba Kotor – Beban usaha (biaya operasi) 

Ada beberapa elemen yang terlibat dalam perhitungan laba bersih perusahaan, yaitu:
Laba kotor = Penjualan – HPP (Harga Pokok Penjualan)
Penjualan bersih =  Penjualan kotor – beban penjualan
Beban usaha = Beban Operasional + Beban Non Operasional

Menghitung laba bersih sebetulnya tidak jauh berbeda dengan cara menghitung laba kotor, hanya saja pendapatan laba kotor sebelumnya dikurangi lagi dengan semua beban biaya lain yang tidak dihitung di laba kotor.

Contoh Soal Laba Bersih
Data penjualan dan beban dari CV. Jaya Makmur adalah sebagai berikut:
Penjualan bersih Rp. 15.000.000
Biaya administrasi dan umum Rp. 1500.000
Beban penjualan Rp. 2.000.000
HPP Rp. 3.000.000
Pendapatan lain di luar usaha Rp. 1.000.000
Dari data tersebut hitunglah berapa laba bersih yang diperoleh CV Jaya Makmur

Pendapatan = Penjualan bersih + Pendapatan lain = 15.000.000 + 1.000.000 = 16.000.000
Laba kotor =  Pendapatan – HPP = 16.000.000 – 3.000.0000 = 13.000.000
Jumlah biaya beban = 1.500.000 + 2.000.000 = 3.500.000
Maka, laba bersih = Laba kotor – Beban = 13.000.000 – 3500.000 = 9.500.000

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter